BUDIDAYA
JAMUR MERANG SENTOSA JAYA
Alamat;
Gampong Sentosa, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie
|
Nomor
|
:
|
01/SJ/03/IX/2016
|
Sentosa,
3 September 2016
|
|
Lampiran
|
:
|
Satu (1)
Berkas Proposal
|
|
|
Perihal
|
:
|
Permohonan
Bantuan Modal Pengembangan Usaha
|
|
Dengan Hormat,
Berdasarkan dari amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang wirausaha pemudaan. Pemerintah mengharapkan nantinya bermunculan
beragam usaha kreatif yang digagas oleh para pemuda baik di perkotaan maupun di
pedesaan sehingga akan memperjelas dan memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Pemerintah
Pusat dan Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan peranannya untuk membantu
memfasilitasi pendampingan wirausaha baru sampai menjadi wirausaha tangguh.
Untuk
mencapai kesejahteraan ekonomi rumahtangga dan mengurangi angka pengangguran, upaya
menggiatkan kegiatan wirausaha mendapat dukungan yang positif dari
pemerintah pusat sampai ke kabupaten kota, sebagai mana telah tertuang dalam PP No 40 Tahun 2009 antara lain: Tentang
wirausaha pemuda, Program
Pemerintah cq Kemetrian Koprasi
dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ).
Bersama
dengan ini mengajukan kehadapan Bapak proposal permohonan bantuan Modal
Pengembangan Usaha Budidaya Jamur Merang bersumber dari APBN, dana bantuan tersebut
akan dipergunakan untuk pengembangan Usaha
Budidaya Jamur Merang Sentosa Jaya dengan menambah pembangunan rumah
jamur/kumbung agar volume produk
jamur lebih tinggi sehingga dapat terpenuhi permintaan
pasar, rincian rencana penggunaan anggaran didalam proposal terlampir.
Sebagai
bahan pertimbangan Bapak turut saya lampirkan kelengkapan administrasi sebagai
berikut:
1.
Rekumendasi Usaha Kecil
dari Keuchik Gampong Sentosa
2.
Rekumendasi Usaha dari Kecamatan Mutiara
3.
Foto copy Sertifikat
Pelatihan Wirausaha Pemula dari DISPORA Prov. Aceh
4.
Foto copy KTP
5.
Foto copy Buku Rekening
BRI
6.
Surat Pernyataan
Ketentuan Hukum
7. Foto-foto
kegiatan Usaha Budidaya Jamur Merang
Atas
Pengajuan Proposal ini saya wirausaha, pengelola
usaha budidaya jamur merang Sentosa Jaya selalu taat
mematuhi aturan dan Undang-Undang yang
berlaku.
Demikian
Proposal ini saya sampaikan kepada Bapak, besar harapan saya dapat terkabul,
Terimakasih.
|
Pengurus Manajemen Usaha Rumah Tangga
Budidaya
Jamur Merang dan pupuk organik
“Sentosa Jaya”
|
||
|
Muhammad
Fadhil
Wirausaha
|
F
i t r i Y a n t i
Bendahara
|
B
u k h a r i
operasional
|
|
Mengetahui:
|
|
|
Keuchik Gampong Sentosa
M A R Z U K I
|
Tuha Peut Gampong Sentosa
SAYED UMAR
|
Tembusan:
- BAPPEDA
Provinsi Aceh
- Arsip
1.
RINGKASAN EKSEKUTIF
Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP)
didasari dari amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Pemerintah mengharapkan nantinya bermunculan beragam usaha kreatif yang digagas
oleh para pemuda baik di perkotaan maupun di pedesaan sehingga akan memperjelas
dan memperkuat kemandirian ekonomi bangsa. Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Daerah sangat dibutuhkan peranannya untuk membantu memfasilitasi pendampingan
wirausaha baru sampai menjadi wirausaha tangguh. Berbagai negara telah
menerapkan program pemberdayaan wirausaha muda misalnya semacam business
incubatoryang mampu menyediakan berbagai kebutuhan para wirausaha mulai dari
pemula sampai kepada yang sudah berkembang dengan fasilitasi peningkatan
kapasitas (capacity building) di bidang manajemen, produksi, pemasaran,
termasuk juga memfasilitasi pembiayaan bagi usaha tersebut. Oleh kaena itu
perlu keberpihakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan
masyarakat kepada Wirausaha Muda Pemula.
Niat untuk mendalami dunia usaha yang terbuka lebar
serta keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka
dengan segenap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai hasil survey serta
konsultasi, saya membuat proposal pengembangan usaha jamur merang ini. Pengembangan usaha ini dipilih atas
beberapa pertimbangan diantaranya daya serap pasar yang masih sangat tinggi dan
potensial, kebutuhan skill yang tidak begitu tinggi, biaya investasi yang
relatif rendah serta telah tersedianya sarana dan prasarana utama sehingga
investasi yang masuk akan dialokasikan untuk dana operasional usaha.
Budidaya jamur Merang yang bernama latin Volvariella
volvacea ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur Merang mulai
dirintis dan diperkenalkan kepada para petani pada tahun 1950, dan pada waktu
itu petani dan pengusaha jamur merang masih sangat sedikit, sekitar tahun 1995
petani jamur merang semakin mengembang dan meluas di seluruh indonesia, meski
masih dalam skala rumah tangga perkembangan jamur merang sangat pesat dan
peminatpun kian berkembang dan bertambah.
2. BIODATA USAHA DAN PEMILIK
USAHA
2.1.
Biodata Usaha
|
-
|
Nama Usaha
|
:
|
Budi Daya “Sentosa Jaya”
|
|
-
|
Produk Usaha
|
:
|
Jamur Merang
|
|
-
|
Jenis Usaha
|
:
|
Kecil
|
|
-
|
Skala Usaha
|
:
|
Rumah Tangga
|
|
-
|
Alamat Usaha
|
:
|
Gampong Sentosa, Kec.
Mutiara, Kab. Pidie
|
2.2. Biodata
Pemilik Usaha
3. LATAR BELAKANG
Usaha budidaya jamur merang Sentosa Jaya adalah
merupakan salah satu usaha Rumah Tangga
yang berskala kecil yang bertempat di gampong sentosa, Mns. Krueng, Kecamatan
Mutiara, Kab. Pidie, usaha ini berdiri pada bulan April 2015 dan mulai prodoksi
jamur merang pada bulan Juli 2015 sampai sekarang.
Berdirinya usaha budidaya jamur merang ini
dilatarbelakangi oleh;
o Sumberdaya alam yang sangat sesuai dan dapat di
manfaat kan secara maksimal untuh usaha budidara jamur merang seperti:
-
ketersediaan
bahan pendukung; jerami, Ampas tebu, bekatul dan lain-lain
o Sumberdaya manusia yang sangat mengerti dengan proses
pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur merang;
o Melihat potensi pasar yang sangat cocok untuk
pemasaran jamur merang
o Pangsa pasar yang semakin hari mengembang dan
bertambah dengan pernintaan jamur merang
o Kesediaan jamur merang sangat minim di Kabupaten Pidie
o Merubah pola fikir pemuda dan pemudi tentang
berwirausaha
Pada awalnya rumah jamur/kumbung yang saya miliki
hanya 1 (satu) dengan ukuran sangat kecil yaitu L2m x P3m x T2,5m dengan 4 (empat) rak bedegan L60cm x P2,5m,
hasil produksi jamur maksimal 50 kg satu kali panen/bulan.
Modal investasi awal yaitu Rp 7.500.000,- dengan modal
yang sangat kecil dan fasilitas seadanya itu saya dapat memproduksi jamur
dengan jumlah yang sangat sedikit. Melihat dari keuntungan usaha yang sangat
menjanjikan dan potensi pangsa pasar yang sangat berkembang akan permintaan
jamur merang terutama penduduk di sekeliling tempat Usaha dan pasar tradisional
lainnya di Kabupaten Pidie.
Selain mempunyai rasa yang lezat jamur merang juga
sangat bermanfaat bagi kesehatan, oleh karena itu permintaan jamur merang
semakin meningkat dan berkembang , sedangkan jumlah jamur yang saya produksi
belum mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar
sehingga saya berkeinginan untuk mengembangkan usaha budidaya jamur
dengan menambah 2 (dua) unit rumah jamur yang berukuran L6 x P7x T4m, agar
dapat menambah volume produksi jamur.
Dengan menambah 2 (dua) unit kumbung jamur siap pakai
saya dapat menyediakan jamur setiap hinya dengan systim sirkulasi penanaman
jamur dari kumbung kesatu, kedua dan kumbung ketiga. Alasan lain pengembangan
usaha budidaya jamur ini, saya juga dapat menunjang perekonomian rumah tangga
sehingga tercapainya taraf kehidupan rumah tangga yang sejahtera seperti yang
diharapkan pemerintahan Prov. Aceh dan Indonesia secara meluas, di samping itu
juga dapat membantu menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka
pengangguran di Kabupaten Pidie.
Usaha jamur merang Sentosa Jaya belum pernah
mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Kota dan
juga Provinsi Aceh, dikarenakan informasi yang sangat terbatas.
4.
GAMBARAN PRODUK DAN
PROSES PENGOLAHAN PRODUK
4.1.
Gambaran Produk
Jamur Merang merupakan makanan yang sangat baik untuk
dikonsumsi manusia, selain memiliki cita rasa yang lezat, juga memiliki nilai
gizi yang tinggi Jamur merang mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat
kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. selain itu jamur Merang
mengandung vitamin B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa
garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang
seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2
gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi
jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur
merupakan bahan pangan masa depan.
Jamur Merang juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti
:
•
Dapat menurunkan
tingkat kolesterol dalam darah.
•
Memiliki
kandungan serat mulai 7,4 % sampai 24,6% yang sangat baik bagi pencernaan.
•
Anti tumor,
antioksidan, dll.
Budidaya jamur Merang memiliki prospek ekonomi
yang baik, jamur merang merupakan salah
satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana.
Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur Merang cukup tinggi, sehingga
produksi jamur Merang mutlak diperlukan dalam skala besar.
Jamur Merang tumbuh pada media yang sudah melalui
proses pengomposan, seperti jerami,
Alang-alang, Kapas, serbuk kayu, ampas tebu dll. Suhu optimum untuk pertumbuhan
tubuh buah jamur Merang adalah 30 – 35°C, dengan kelembaban 65 – 80%.
Pertumbuhan Jamur Merang membutuhkan cahaya matahari secara tidak langsung atau
cahaya yang dibutuhkan hanya 20%, aliran udara yang baik, dan tempat yang
bersih.
4.2.
Proses Pengolahan Produk
Ø Menyiapkan Kumbung jamur siap pakai yang berukuran 6x7x4 rumah luar dan 5x6x3
merupakan rumah jamur dalam atau bedegan tempat media tumbuh jamur merang yang
tertutup rapat dengan plastik 0,12mm,
Ø Menyiapkan jerami sebanyak 8 kuwintal atau 800 kg
untuk di kompos terlebih dahulu,
Ø Setelah pengomposan selama 10 hari jerami di masukkan
kedalam kumbung dan di susun rapi berbentuk kerucut agar penyimpanan suhu panas
cukup dan di kumbung di tutup rapat,
Ø Melakukan sterelisasi dengan menghidupkan mesi uap
dari drum bekas sampai suhu 65°c-80°c selama ± 7jam,
Ø Setelah suhu kembali normal 32°c media siap ditaburi
bibit jamur merang, setelah itu kumbung jamur di tutup rapat,
Ø Pada hari ke 4 setelah penaburan bibit kumbung di buka
selama 1 jam agar oksigen, masuk dan melakukan penyiraman bila di perlukan atau
media jamur kering,
Ø Perawatan jamur sebelum masa panen dengan membuka
kumbung setiap pagi, selama ½ jam dan melakukan penyiraman bila di perlukan,
Ø Pada hari kesepuluh jamur merang siap untuk dipanen.
Ø Demikian Proses singkat Budidaya Jamur Merang Sentosa Jaya.
5. TARGET PANGSA
PASAR, UKURAN DAN PERKEMBANGAN PEMASARAN
5.1. Target Pangsa Pasar dan
ukuran pasar
Target pangsa pasar produk jamur sentosa jaya adalah
- Masyarakat di
sekitar tempat usaha
- Pasar
Kecamatan Mutiara
- Masyarakat
umum di pasar tradisional Kabupaten Pidie,
Ukuran pasar untuk produk jamur merang sangat terbuka
lebar karena kesediaan jamur merang di pasar-pasar kabupaten Pidie sangat terbatas sementara
permintaan peminat semakin hari semakin mengembang dan bertambah.
5.2.
Perkembangan Pemasaran
Perkembangan pasar produk jamur merang di Kabupaten
Pidie semakin hari berkembang dan bertambah oleh karenanya produksi jamur yang
di hasilkan oleh Usaha Sentosa Jaya belum mampu memenuhi permintaan pasar
dikarenakan tempat produksi yang sangat terbatas
6. KONDISI PESAING
Kondisi pesaing produk jamur merang bias dinilai tidak
berpengaruh besar, karena pengusaha budidaya jamur merang di kabupaten pidie
sangat minim karena keterbatasan pengetahuan.
7. PENGGUNAAN MODAL OPERASIONAL PROSES PRODUKSI
8. RENCANA
PENGEMBANGAN USAHA
8.1.
Penambahan dan Fasilitas Bahan Pendukung
Usaha Budidaya
jamur merang sentosa jaya membutuhkan bahan pendukung untuk pengembangan
produksi jamur merang dan pengolahan pupuk organik antara lain:
Ø Mesin copper Pencacah 24 sumbu
-
Fungsi: untuk
mencincang jerami beserta ampas tebu sehingga memudahkan melakukan pengomposan,
dan untuk dapat mengolah limbah media jamur untuk dijadikan pupuk organic.
Ø Mesin Oven Pemanas
-
Fungsi: Untuk
menstabilkan kelembaban dan suhu dalam kumbung jamur disaat cuaca extrim
Ø Water pump
-
Fungsi: untuk
memudahkan mensuplay air saat perendaman jerami untuk di jadikan kompos.
Ø Compressor
-
Fungsi: untuk
mensterilkan kumbung jamur dengan penyemprotan alcohol kedalam kumbung sehingga
hasil produksi tetap maksimal (200-250kg)
Ø Set Hygro & Thermometer
-
Fungsi; ntuk
dapat melihat dan membaca suhu dan kelembaban dalam kumbung jamur
Ø EC/Ph/TSD meter
-
Fungsi; untuk
pengecekan kadar asam dalam jerami sewaktu proses pengomposan
Ø Blowwer
- Fungsi; Saat suhu dan kelembaban terlalu tinggi
mencapai 45 -53°c maka blower harus hidup untuk dapat mengontrol suhu dan
kelembaban supaya tidak terjadi kegagalan perkembang biakan spora.
8.2.
Pengembangan Produksi
Usaha budidaya jamur merang sentosa jaya berminat
mengembangkan produk jamur dengan cara memenuhi permintaan konsumen di berbagai
kalangan yang ada di Kabupaten Pidie pada khususnya dan seluruh wilayah aceh
pada umumnya dengan tujuan agar jamur merang dapat dirasakan oleh semua
masyarakat aceh dan mengetahui manfaat
daripada jamur merang itu sendiri.
8.3. Tabel
Rencana Pengembangan Usaha
9.2. Pendapatan Penjualan dan Keuntungan Usaha
|
Modal Operasional per satu kali panen
|
|||||||||
10. TUJUAN
PENGEMBANGAN USAHA
Tujuan Pengembangan Usaha
budidaya jamur merang dan pupuk
organic Sentosa Jaya adalah:
a. Meningkatkan
kesejahteraan perekonomian wirausaha
b. Meningkatkan
volume produksi jamur merang
yang berkualitas sehingga
terpenuhi permintaan pasar
c. Merubah pola fikir pemuda pemudi dan masyarakat
setempat dalam \berwirausaha
d. Dengan adanya pengembangan budidaya jamur sentosa jaya
wirausaha dapat menerima dan memberikan pelatihan bagi pemuda, mahasiswa dan
masyarakat umum di Kabupaten Pidie.
e. Agar terjadinya kecemburuan
sosial dikalangan pemuda dan masyarakat dalam berwirausaha budidaya
jamur merang dan pengolahan pupuk
organik.
f. Mengolah limbah media jamur menjadi
pupuk organik agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat petani lain,
g. Agar
dapat tercipta suatu kawasan produksi jamur merang segar dan pupuk organik yang dapat
dijadikan pilot projek keberhasilan perkembangan pembangunan pertanian oleh
Wirausaha Pemula Produktif.
h. Membuka
kesempatan baru bagi pemuda pemudi dan masyarakat umum untuk berwirausaha
mandiri.
i.
Menjembatani program pemerintah dalam pencapaian peningkatan pembangunan kesejahteraan dan kerukunan dalam
kehidupan berumah tangga.
11. KESIMPULAN
DAN SARAN
11.1. Kesimpulan
Sesuai
dengan uraian di atas dapat disimpulkan
beberapa hal sebagai berikut:
1. Usaha
budidaya jamur merang dan pupuk organik
sangat mendukung dan layak untuk di kembangkan di wilayah Kecamatan
Mutiara, Kabupaten Pidie, karena pangsa
pasar produk jamur dan petani padi
dan tanaman muda yang semakin hari semakin menigkat dan
mengembang,
2. Bahan pendukung seperti limbah
jerami sebagai media tanam jamur yang dihasilkan di areal persawahan mencapai ±
3000 ton setiap kali masa panen padi, disamping itu bahan-bahan pendukung yang
lainnya juga cukup tersedia.
3. Tanah
tempat Usaha Budidaya Jamur Merang yang berukuran P45m L 10m sangat cukup untuk
penambahan 2(unit) kumbung jamur dan potensi
sumber daya alam
yang sangat mendukung untuk
syarat tumbuh jamur merang seperti: lokasi yang jauh dari penduduk dan keadaan
cuaca sekitar sangat baik (Suhu dan Kelembaban).
4. Dari
hasil survey di berbagai aspek menunjukkan bahwa Usaha budidaya jamur merang
dan produk pupuk organik
menunjukan kelayakan untuk bertahan,
bahkan melihat dari potensi pasar usaha ini sangat layak untuk di
kembangkan kedepannya.
5. Kelayakan
pengembangan karena Kesediaan jamur merang di pasar-pasar sangat minim dibandingkan
permintaan konsumen.
6. Dapat meningkatkan perekonomian wirausaha dan aset usaha di
Kabupaten Pidie.
7. Membantu pembangunan pengembangan wirausaha muda pemula tentang budidaya jamur merang di
Kabupaten Pidie.
11.2. Saran
Agar
pemerintahan Kabupaten dan Provinsi Aceh mendukung dan membantu wirausaha pemula dalam pengembangan
usaha, sebagaimana yang di nyatakan oleh pemerintah Pusat Tertuang
dalam PP No 40 Tahun 2009 dan Program LPKP (Lembaga Permodalan Kewirausahaan
Pemuda) dan Program UKM (Usaha Kecil Menengah)
Ada nomor yang bisa di hubungi
BalasHapus