Rabu, 05 Oktober 2016

PROPOSAL PERMOHONAN BANTUAN DANA PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA JAMUR MERANG



BUDIDAYA JAMUR MERANG SENTOSA JAYA
Alamat; Gampong Sentosa, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie


Nomor
:
01/SJ/03/IX/2016
Sentosa, 3 September 2016
Lampiran
:
Satu (1) Berkas Proposal

Perihal
:
Permohonan Bantuan Modal Pengembangan Usaha

            Dengan Hormat,
Berdasarkan dari amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang wirausaha pemudaan. Pemerintah mengharapkan nantinya bermunculan beragam usaha kreatif yang digagas oleh para pemuda baik di perkotaan maupun di pedesaan sehingga akan memperjelas dan memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan peranannya untuk membantu memfasilitasi pendampingan wirausaha baru sampai menjadi wirausaha tangguh.
Untuk mencapai kesejahteraan ekonomi rumahtangga dan mengurangi angka pengangguran, upaya  menggiatkan kegiatan wirausaha mendapat dukungan yang positif dari pemerintah pusat sampai ke kabupaten kota, sebagai mana telah tertuang dalam PP No 40 Tahun 2009 antara lain: Tentang wirausaha pemuda, Program Pemerintah  cq Kemetrian Koprasi dan Usaha Kecil dan Menengah ( UKM ).
Bersama dengan ini mengajukan kehadapan Bapak proposal permohonan bantuan Modal Pengembangan Usaha Budidaya Jamur Merang bersumber dari APBN, dana bantuan tersebut akan dipergunakan untuk pengembangan Usaha Budidaya Jamur Merang Sentosa Jaya dengan menambah pembangunan rumah jamur/kumbung agar volume produk jamur lebih tinggi sehingga dapat terpenuhi permintaan pasar, rincian rencana penggunaan anggaran didalam proposal terlampir.
Sebagai bahan pertimbangan Bapak turut saya lampirkan kelengkapan administrasi sebagai berikut:
1.      Rekumendasi Usaha Kecil dari Keuchik Gampong Sentosa
2.      Rekumendasi Usaha dari Kecamatan Mutiara
3.      Foto copy Sertifikat Pelatihan Wirausaha Pemula dari DISPORA Prov. Aceh
4.      Foto copy KTP
5.      Foto copy Buku Rekening BRI
6.      Surat Pernyataan Ketentuan Hukum
7.      Foto-foto kegiatan Usaha Budidaya Jamur Merang
Atas Pengajuan Proposal ini saya wirausaha, pengelola usaha budidaya jamur merang Sentosa Jaya selalu taat mematuhi aturan dan Undang-Undang  yang berlaku.
Demikian Proposal ini saya sampaikan kepada Bapak, besar harapan saya dapat terkabul, Terimakasih.




Pengurus Manajemen Usaha Rumah Tangga
 Budidaya Jamur Merang dan pupuk organik Sentosa Jaya




Muhammad Fadhil
Wirausaha
F i t r i   Y a n t i
Bendahara
B u k h a r i
operasional



Mengetahui:
Keuchik Gampong Sentosa




M A R Z U K I
Tuha Peut Gampong Sentosa




SAYED UMAR



Tembusan:
  1. BAPPEDA Provinsi Aceh
  2. Arsip



1.   RINGKASAN EKSEKUTIF
Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda (LPKP) didasari dari amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Pemerintah mengharapkan nantinya bermunculan beragam usaha kreatif yang digagas oleh para pemuda baik di perkotaan maupun di pedesaan sehingga akan memperjelas dan memperkuat kemandirian ekonomi bangsa. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sangat dibutuhkan peranannya untuk membantu memfasilitasi pendampingan wirausaha baru sampai menjadi wirausaha tangguh. Berbagai negara telah menerapkan program pemberdayaan wirausaha muda misalnya semacam business incubatoryang mampu menyediakan berbagai kebutuhan para wirausaha mulai dari pemula sampai kepada yang sudah berkembang dengan fasilitasi peningkatan kapasitas (capacity building) di bidang manajemen, produksi, pemasaran, termasuk juga memfasilitasi pembiayaan bagi usaha tersebut. Oleh kaena itu perlu keberpihakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat kepada Wirausaha Muda Pemula.
Niat untuk mendalami dunia usaha yang terbuka lebar serta keinginan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat maka dengan segenap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai hasil survey serta konsultasi, saya membuat proposal pengembangan usaha jamur merang  ini. Pengembangan usaha ini dipilih atas beberapa pertimbangan diantaranya daya serap pasar yang masih sangat tinggi dan potensial, kebutuhan skill yang tidak begitu tinggi, biaya investasi yang relatif rendah serta telah tersedianya sarana dan prasarana utama sehingga investasi yang masuk akan dialokasikan untuk dana operasional usaha.
Budidaya jamur Merang yang bernama latin Volvariella volvacea ini masih tergolong baru. Di Indonesia budidaya jamur Merang mulai dirintis dan diperkenalkan kepada para petani pada tahun 1950, dan pada waktu itu petani dan pengusaha jamur merang masih sangat sedikit, sekitar tahun 1995 petani jamur merang semakin mengembang dan meluas di seluruh indonesia, meski masih dalam skala rumah tangga perkembangan jamur merang sangat pesat dan peminatpun kian berkembang dan bertambah.
2.      BIODATA USAHA DAN PEMILIK USAHA
2.1.   Biodata Usaha
-
Nama Usaha
:
Budi Daya “Sentosa Jaya”
-
Produk Usaha
:
Jamur Merang
-
Jenis Usaha
:
Kecil
-
Skala Usaha
:
Rumah Tangga
-
Alamat Usaha
:
Gampong Sentosa, Kec. Mutiara, Kab. Pidie



2.2.   Biodata Pemilik Usaha
3.   LATAR BELAKANG
Usaha budidaya jamur merang Sentosa Jaya adalah merupakan salah satu usaha  Rumah Tangga yang berskala kecil yang bertempat di gampong sentosa, Mns. Krueng, Kecamatan Mutiara, Kab. Pidie, usaha ini berdiri pada bulan April 2015 dan mulai prodoksi jamur merang pada bulan Juli 2015 sampai sekarang.
Berdirinya usaha budidaya jamur merang ini dilatarbelakangi oleh; 
o  Sumberdaya alam yang sangat sesuai dan dapat di manfaat kan secara maksimal untuh usaha budidara jamur merang seperti:
-       ketersediaan bahan pendukung; jerami, Ampas tebu, bekatul dan lain-lain
o  Sumberdaya manusia yang sangat mengerti dengan proses pertumbuhan dan perkembangbiakan jamur merang;
o  Melihat potensi pasar yang sangat cocok untuk pemasaran jamur merang
o  Pangsa pasar yang semakin hari mengembang dan bertambah dengan pernintaan jamur merang
o  Kesediaan jamur merang sangat minim di Kabupaten Pidie
o  Merubah pola fikir pemuda dan pemudi tentang berwirausaha
Pada awalnya rumah jamur/kumbung yang saya miliki hanya 1 (satu) dengan ukuran sangat kecil yaitu L2m x P3m x T2,5m  dengan 4 (empat) rak bedegan L60cm x P2,5m, hasil produksi jamur maksimal 50 kg satu kali panen/bulan.
Modal investasi awal yaitu Rp 7.500.000,- dengan modal yang sangat kecil dan fasilitas seadanya itu saya dapat memproduksi jamur dengan jumlah yang sangat sedikit. Melihat dari keuntungan usaha yang sangat menjanjikan dan potensi pangsa pasar yang sangat berkembang akan permintaan jamur merang terutama penduduk di sekeliling tempat Usaha dan pasar tradisional lainnya di Kabupaten Pidie.
Selain mempunyai rasa yang lezat jamur merang juga sangat bermanfaat bagi kesehatan, oleh karena itu permintaan jamur merang semakin meningkat dan berkembang , sedangkan jumlah jamur yang saya produksi belum mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar  sehingga saya berkeinginan untuk mengembangkan usaha budidaya jamur dengan menambah 2 (dua) unit rumah jamur yang berukuran L6 x P7x T4m, agar dapat menambah volume produksi jamur.
Dengan menambah 2 (dua) unit kumbung jamur siap pakai saya dapat menyediakan jamur setiap hinya dengan systim sirkulasi penanaman jamur dari kumbung kesatu, kedua dan kumbung ketiga. Alasan lain pengembangan usaha budidaya jamur ini, saya juga dapat menunjang perekonomian rumah tangga sehingga tercapainya taraf kehidupan rumah tangga yang sejahtera seperti yang diharapkan pemerintahan Prov. Aceh dan Indonesia secara meluas, di samping itu juga dapat membantu menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pidie. 
Usaha jamur merang Sentosa Jaya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Kota dan juga Provinsi Aceh, dikarenakan informasi yang sangat terbatas.
4.   GAMBARAN PRODUK DAN  PROSES PENGOLAHAN PRODUK
4.1.   Gambaran Produk
Jamur Merang merupakan makanan yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia, selain memiliki cita rasa yang lezat, juga memiliki nilai gizi yang tinggi Jamur merang mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. selain itu jamur Merang mengandung vitamin B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.
Jamur Merang juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti :
      Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah.
      Memiliki kandungan serat mulai 7,4 % sampai 24,6% yang sangat baik bagi pencernaan.
      Anti tumor, antioksidan, dll.
Budidaya jamur Merang memiliki prospek ekonomi yang  baik, jamur merang merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur Merang cukup tinggi, sehingga produksi jamur Merang mutlak diperlukan dalam skala besar.
Jamur Merang tumbuh pada media yang sudah melalui proses pengomposan, seperti  jerami, Alang-alang, Kapas, serbuk kayu, ampas tebu dll. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur Merang adalah 30 – 35°C, dengan kelembaban 65 – 80%. Pertumbuhan Jamur Merang membutuhkan cahaya matahari secara tidak langsung atau cahaya yang dibutuhkan hanya 20%, aliran udara yang baik, dan tempat yang bersih.

4.2.   Proses Pengolahan Produk
Ø Menyiapkan Kumbung jamur siap pakai  yang berukuran 6x7x4 rumah luar dan 5x6x3 merupakan rumah jamur dalam atau bedegan tempat media tumbuh jamur merang yang tertutup rapat dengan plastik 0,12mm,
Ø Menyiapkan jerami sebanyak 8 kuwintal atau 800 kg untuk di kompos terlebih dahulu,
Ø Setelah pengomposan selama 10 hari jerami di masukkan kedalam kumbung dan di susun rapi berbentuk kerucut agar penyimpanan suhu panas cukup dan di kumbung di tutup rapat,
Ø Melakukan sterelisasi dengan menghidupkan mesi uap dari drum bekas sampai suhu 65°c-80°c selama ± 7jam,
Ø Setelah suhu kembali normal 32°c media siap ditaburi bibit jamur merang, setelah itu kumbung jamur di tutup rapat,
Ø Pada hari ke 4 setelah penaburan bibit kumbung di buka selama 1 jam agar oksigen, masuk dan melakukan penyiraman bila di perlukan atau media jamur kering,
Ø Perawatan jamur sebelum masa panen dengan membuka kumbung setiap pagi, selama ½ jam dan melakukan penyiraman bila di perlukan,
Ø Pada hari kesepuluh jamur merang siap untuk dipanen.
Ø Demikian Proses singkat Budidaya Jamur Merang  Sentosa Jaya.
5.  TARGET PANGSA PASAR, UKURAN DAN PERKEMBANGAN PEMASARAN
5.1.   Target Pangsa Pasar dan ukuran pasar
Target pangsa pasar produk jamur sentosa jaya adalah
-  Masyarakat di sekitar tempat usaha
-  Pasar Kecamatan Mutiara
-  Masyarakat umum di pasar tradisional Kabupaten Pidie,
Ukuran pasar untuk produk jamur merang sangat terbuka lebar karena kesediaan jamur merang di pasar-pasar  kabupaten Pidie sangat terbatas sementara permintaan peminat semakin hari semakin mengembang dan bertambah.
5.2.   Perkembangan Pemasaran
Perkembangan pasar produk jamur merang di Kabupaten Pidie semakin hari berkembang dan bertambah oleh karenanya produksi jamur yang di hasilkan oleh Usaha Sentosa Jaya belum mampu memenuhi permintaan pasar dikarenakan tempat produksi yang sangat terbatas
6.  KONDISI PESAING
Kondisi pesaing produk jamur merang bias dinilai tidak berpengaruh besar, karena pengusaha budidaya jamur merang di kabupaten pidie sangat minim karena keterbatasan pengetahuan.











7.    PENGGUNAAN MODAL OPERASIONAL PROSES PRODUKSI
8.   RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
8.1.   Penambahan dan Fasilitas Bahan Pendukung
Usaha Budidaya jamur merang sentosa jaya membutuhkan bahan pendukung untuk pengembangan produksi jamur merang dan pengolahan pupuk organik antara lain:
Ø  Mesin copper Pencacah 24 sumbu
-    Fungsi: untuk mencincang jerami beserta ampas tebu sehingga memudahkan melakukan pengomposan, dan untuk dapat mengolah limbah media jamur untuk dijadikan pupuk organic.
Ø  Mesin Oven Pemanas
-    Fungsi: Untuk menstabilkan kelembaban dan suhu dalam kumbung jamur disaat cuaca extrim
Ø  Water pump
-    Fungsi: untuk memudahkan mensuplay air saat perendaman jerami untuk di jadikan kompos.
Ø  Compressor
-    Fungsi: untuk mensterilkan kumbung jamur dengan penyemprotan alcohol kedalam kumbung sehingga hasil produksi tetap maksimal (200-250kg)
Ø  Set Hygro & Thermometer
-    Fungsi; ntuk dapat melihat dan membaca suhu dan kelembaban dalam kumbung jamur
Ø  EC/Ph/TSD meter
-            Fungsi; untuk pengecekan kadar asam dalam jerami sewaktu proses pengomposan
Ø  Blowwer
-    Fungsi; Saat suhu dan kelembaban terlalu tinggi mencapai 45 -53°c maka blower harus hidup untuk dapat mengontrol suhu dan kelembaban supaya tidak terjadi kegagalan perkembang biakan spora.
8.2.   Pengembangan Produksi
Usaha budidaya jamur merang sentosa jaya berminat mengembangkan produk jamur dengan cara memenuhi permintaan konsumen di berbagai kalangan yang ada di Kabupaten Pidie pada khususnya dan seluruh wilayah aceh pada umumnya dengan tujuan agar jamur merang dapat dirasakan oleh semua masyarakat aceh dan mengetahui  manfaat daripada jamur merang itu sendiri.
8.3. Tabel Rencana Pengembangan Usaha
9.2.  Pendapatan Penjualan dan Keuntungan Usaha
Modal Operasional per satu kali panen

10.  TUJUAN PENGEMBANGAN USAHA
Tujuan Pengembangan Usaha budidaya jamur merang dan pupuk organic Sentosa Jaya adalah:
a.       Meningkatkan kesejahteraan perekonomian wirausaha
b.      Meningkatkan volume produksi jamur merang yang berkualitas sehingga terpenuhi permintaan pasar
c.       Merubah pola fikir pemuda pemudi dan masyarakat setempat dalam \berwirausaha
d.      Dengan adanya pengembangan budidaya jamur sentosa jaya wirausaha dapat menerima dan memberikan pelatihan bagi pemuda, mahasiswa dan masyarakat umum di Kabupaten Pidie.
e.       Agar terjadinya kecemburuan sosial dikalangan pemuda dan masyarakat dalam berwirausaha budidaya jamur merang dan pengolahan pupuk organik.
f.       Mengolah limbah media jamur menjadi pupuk organik agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat petani lain,
g.      Agar dapat tercipta suatu kawasan produksi jamur merang segar dan pupuk organik yang dapat dijadikan pilot projek keberhasilan perkembangan pembangunan pertanian oleh Wirausaha Pemula Produktif.
h.      Membuka kesempatan baru bagi pemuda pemudi dan masyarakat umum untuk berwirausaha mandiri.
i.        Menjembatani program pemerintah dalam pencapaian peningkatan pembangunan kesejahteraan dan kerukunan dalam kehidupan berumah tangga.
11.  KESIMPULAN DAN SARAN
11.1.  Kesimpulan
Sesuai dengan uraian di atas  dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1.   Usaha budidaya jamur merang dan pupuk organik sangat mendukung dan layak untuk di kembangkan di wilayah Kecamatan Mutiara,  Kabupaten Pidie, karena pangsa pasar produk jamur dan petani padi dan tanaman muda yang semakin hari semakin menigkat dan mengembang,
2.   Bahan pendukung seperti limbah jerami sebagai media tanam jamur yang dihasilkan di areal persawahan mencapai ± 3000 ton setiap kali masa panen padi, disamping itu bahan-bahan pendukung yang lainnya juga cukup tersedia.
3.   Tanah tempat Usaha Budidaya Jamur Merang yang berukuran P45m L 10m sangat cukup untuk penambahan 2(unit) kumbung jamur dan potensi sumber daya alam  yang sangat  mendukung untuk syarat tumbuh jamur merang seperti: lokasi yang jauh dari penduduk dan keadaan cuaca sekitar sangat baik (Suhu dan Kelembaban).
4.   Dari hasil survey di berbagai aspek menunjukkan bahwa Usaha budidaya jamur merang dan produk pupuk organik menunjukan kelayakan untuk bertahan,  bahkan melihat dari potensi pasar usaha ini sangat layak untuk di kembangkan kedepannya.
5.   Kelayakan pengembangan karena Kesediaan jamur merang di pasar-pasar sangat minim dibandingkan permintaan konsumen.
6.   Dapat meningkatkan perekonomian wirausaha dan aset usaha di  Kabupaten Pidie.
7.   Membantu  pembangunan pengembangan wirausaha muda pemula tentang budidaya jamur merang di Kabupaten Pidie. 
11.2.  Saran
Agar pemerintahan Kabupaten dan Provinsi Aceh mendukung dan membantu wirausaha pemula dalam pengembangan usaha, sebagaimana yang di nyatakan oleh pemerintah Pusat Tertuang dalam PP No 40 Tahun 2009 dan Program LPKP (Lembaga Permodalan Kewirausahaan Pemuda) dan Program UKM (Usaha Kecil Menengah)


1 komentar: